Agar ayah lebih dekat dengan anak

Bermain bersama anak

Bermain bersama anak

Seorang ayah idaman sudah semestinya memikirkan masa depan anak dengan berinvestasi. Tetapi investasi yang dimaksud bukan hanya dengan tabungan atau rumah yang nyaman, melainkan dengan membina anak – anaknya menjadi pribadiyang baik.

Permasalahannya, sebagian ayah sering mengalami kesulitan dalam mewujudkan hal tersebut. Sebab, diantara mereka terdapat sekat yang membatasi keakrabannya. Sehingga apa yang disampaikan ayah pada anaknya tidak efektif.

Zaman sekarang sosok ayah yang ditakuti tidak berlaku lagi. Sekat wibawa yang berlebihan harus dilebur agar hubungan anak dan ayah menjadi lebih harmonis dan menyenangkan. Agar ayah bisa menjadi teman bagi anak – anaknya maka dapat dilakukan dengan cara :

• Bermain bersama anak

Kedekatan ayah dan anak dapat diciptakan melalui permainan. permainan dapat menyetarakan kedudukan antara anak dan ayah. Tidak ada yang lebih tinggi maupun lebih rendah. Dalam permainan bisa muncul canda atau humor – homor segar yang melumerkan kekakuan. Hal seperti itu akan menjadi “Benang merah kenangan manis” yang tak terlupakan dengan ayah .

• Terlibat dalam acara – acara anak

Acara yang dipandang berharga bagi anak, belum tentu dipandang penting pula oleh ayah. Bagi anak acara pertandingan olahraga atau pementasan panggung (seni) adalah acara yang memiliki daya tarik tersendiri dan dinanti – nantikan. Maka, sebisa mungkin ayah menempatkan acara – acara seperti itu di sela – sela acara rapat dan acara kantornya dalam agenda hariannya.

• Mau mendengarkan

Kemauan untuk mendengarkan pendapat anak, bisa memupuk rasa percaya diri pada anak. Ayah harus menghilangkan kesan “diktaktor” pada dirinya. Ayah yang mau mendengarkan pendapat anak lebih berarti di mata anak. Anak lebih menghormati ayah yang mau “berlutut untuk mendengarkan”.

• Menyemangati

Sosok ayah diharapkan selalu dapat mengobarkan semangat anak. bagi anak, ayah adalah sosok bersemangat dan mampu menularkan semangat kepada anak – anaknya. akan tetapi bukan ambisius.

• Memberi teladan

Sebisa mungkin ayah mampu memberi teladan kepada anaknya. Teladan disini lebih mengacu pada sikap hidup sehingga setiap anak kedepannya akan mempunyai prinsip hidup yang kuat. Setiap anak memerlukan perilaku konkrit yang dapat ditirunya. Dalam hal ini dapat diterapkan oleh figur seorang ayah.

• Mengakui kesalahan

Tak ada gading yang tak retak. Seorang ayah pun tak luput dari kesalahan. Mengakui kesalahan dihadapan anak barangkali merupakan hal sulit. Gengsi atau malu biasanya menjadi penghalang utama. Namun, anak akan menghargai seorang ayah yang mau mengakui kesalahannya, sehingga merekapun mau jujur mengakui kesalahannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s